Puisi Karya Muhammad Dzakir

Nada

Ini kisah perjalananku selama 1 semester
Mencari nada yang tepat untuk menjalankan sebuah lagu
Saat kegelapan terdengar sebuah lagu
Aku marah , benci dan gusar
Benci tapi selalu kucari dan kucaci
Kucoba menyanyikannya meski dengan amarah
Waktu terhabiskan aku menyukainya
Inilah sebuah proses yang alami
Perasaan terlambat perlu secepatnya
 Do , re , mi aku cinta nada itu                  





Hikmah

Jatuh dan tersungkur di tanah
Aku berselimut keringat sekujur tubuhku
Panas , menyengat dan tidak menyenangkan
Lelah , pegal dan tidak menyenangkan
Yang patah akan tumbuh, yang hilang akan berganti
Yang hancur lebur akan diperbaiki
Yang sia-sia akan jadi hikmah
Yang terus jatuh suatu saat bangun
Yang pernah jatuh kan kuat berdiri lagi
Di mana ada semesta yang menunggu?
Meranggas merapuh hancur
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
Terang di ujung sana menerangi







  Nasi

Perasaan ini begitu tidak enak
Kucing tidaklah sudi mau memakannya
Ayolah perasaan ini menjadi begitu enak
Terserah
Mau menjadi se enak apapun
Nasi goreng , nasi padang
Nasi uduk , nasi warteg
Nasi rames , nasi kuning
Semuanya enak aku ingin itu









 Hujan bernyanyi
 
aku adalah benang perak dunia
terjatuh dari ketinggian
aku adalah tangisan cahaya
alam menyambutku dengan senyuman
cahaya tajam kabarkan kedatangan
hawa panas ku usir sementara
aku menangis dan diredakan
namun tangisanku hilangkan dahaga
aku jatuh ke bumi
percikanku jadi nada hatimu
aku tersandung debu
namun pelangi biaskan kisahku
laraku terhapuskan
menyisakan setiap tetes pengorbanan











Jangka

Tak bisa berkata apa ingin lari tapi ku melayang
Titik jenuhku tapi ku tersenyum
Mampukah sehancur setangguh aku?
Berhentilah mengeluh , mengeluh dan mengeluh
Cepat terbang pelangi itu jahat
Tolong aku tolong tolong aku
Mimpi menelanku
Kau beri garis detik , Menit , jam dan semangat 45






              
Cita rasa
Kuhampiri engkau meski kau jauh
Sendiri ku tempuh
Kuhampiri engkau meski kau jauh
Namun hatimu tlah runtuh
Dan buatku terjatuh
Mungkin ku tak bisa buatmu luluh
Namun kau harus tahu bahwa diriku sungguh-sungguh
Kau tak pernah tahu
Betapa aku merindukanmu
Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Komentar

Posting Komentar